
Orangsiber – ClickFix merupakan teknik serangan social engineering yang menipu pengguna agar menjalankan perintah berbahaya di komputer. Biasanya serangan diawali halaman CAPTCHA, pesan error, atau notifikasi palsu yang meminta pengguna menyalin dan menjalankan perintah melalui PowerShell, Command Prompt, atau Windows Run.
Jika perintah tersebut berhasil dijalankan, malware dapat mengunduh file tambahan, mencuri informasi, atau membuat perubahan pada sistem. Karena itu, cara mengatasi virus Trojan ClickFix sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menghapus file sistem secara sembarangan.
Mengenal Karakteristik Virus Trojan ClickFix pada Perangkat pc
Source: secure-u.uoregon.edu
ClickFix berbeda dari malware yang hanya mengandalkan instalasi otomatis. Korban biasanya dibuat percaya bahwa dirinya sedang memperbaiki error atau melakukan Update Windowas
Setelah perintah dijalankan, payload malware dapat masuk ke sistem dan melakukan berbagai perubahan. Gejalanya dapat berupa:
- Komputer menjadi lambat tanpa aktivitas berat.
- Suara Speaker Tidak Muncul
- Muncul proses atau file yang tidak dikenal.
- Browser mengalami pengalihan.
- Antivirus atau fitur keamanan mengalami perubahan.
- Koneksi internet bermasalah.
- Muncul file mencurigakan pada folder pengguna.
Langkah 1: Analisis Infeksi Menggunakan Kaspersky

Sebelum melakukan pembersihan manual, identifikasi terlebih dahulu file yang benar-benar dianggap berbahaya oleh antivirus.
Gunakan Kaspersky, perbarui database antivirus kemudian jalankan Full Scan. Untuk pemeriksaan lokasi tertentu, gunakan Custom Scan pada folder yang dicurigai.
Setelah pemeriksaan selesai, catat:
- Nama ancaman.
- Nama file yang terdeteksi.
- Lokasi folder.
- Tindakan yang direkomendasikan antivirus.
Informasi lokasi ini berguna untuk menentukan langkah berikutnya. Jika Kaspersky berhasil mengarantina atau menghapus ancaman, jangan menghapus file lain secara manual tanpa hasil deteksi yang jelas.
Langkah 2: Menghapus File Trojan .dll yang Terkunci
Dalam beberapa kasus, file Trojan berformat .dll tidak bisa dihapus karena masih digunakan oleh proses yang berjalan di Windows. Jika terjadi seperti ini, kamu dapat mencoba membersihkannya melalui Safe Mode.
1. Masuk ke Safe Mode
Tekan Shift + Restart, kemudian pilih:
Troubleshoot → Advanced Options → Startup Settings → Restart → Enable Safe Mode
2. Buka Lokasi File Trojan
Gunakan hasil deteksi antivirus untuk menemukan nama dan lokasi file.dll dan .exe yang dicurigai. Pastikan file yang akan ditangani memang sesuai dengan hasil deteksi antivirus.
3. Rename File yang Terkunci
Jika file .dll tetap tidak bisa dihapus, coba ubah nama atau ekstensinya, misalnya:
Dalam kasus tertentu, bisa juga menggunakan ekstensi lain seperti:
Tujuannya adalah membantu melepaskan file dari proses yang sebelumnya memanggilnya. Mengubah ekstensi tidak membuat file menjadi aman, jadi jangan pernah membuka file tersebut.
4. Restart dan Hapus File
Setelah berhasil di-rename, restart komputer. Kemudian buka kembali lokasi file dan coba hapus menggunakan Shift + Delete.
Setelah file terhapus, jalankan Full Scan kembali untuk memastikan tidak ada komponen Trojan lain yang tertinggal.
Jika file tetap muncul atau tidak bisa dihapus, jangan menghapus registry atau file sistem secara sembarangan. Gunakan fitur Quarantine/Remove dari antivirus atau lakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap proses dan startup yang mencurigakan.
Langkah 3: Memeriksa dan Memperbaiki Jaringan
Setelah membersihkan virus Trojan, periksa juga kondisi jaringan dan IP address komputer. Kamu dapat mengecek reputasi IP melalui VirusTotal untuk melihat apakah IP tersebut mendapatkan indikasi mencurigakan dari layanan keamanan.
Jika komputer terhubung ke jaringan Wi-Fi yang menggunakan satu router untuk banyak perangkat, beberapa perangkat dapat menggunakan IP publik yang sama. Karena itu, ketika salah satu perangkat di jaringan tersebut melakukan aktivitas mencurigakan, IP publik router juga bisa mendapatkan reputasi buruk.
Reset Konfigurasi Jaringan
Periksa pengaturan DNS dan IPv4 pada Network Adapter. Jika sebelumnya menggunakan konfigurasi otomatis, pastikan IP dan DNS kembali ke pengaturan otomatis.
Kemudian buka Command Prompt sebagai Administrator dan jalankan:
ipconfig /flushdns
netsh int ip reset
netsh winsock reset
Setelah itu, restart komputer.
Cek IP Kembali
Jika Trojan sudah benar-benar terhapus dan konfigurasi jaringan sudah di-reset, biasanya koneksi komputer akan kembali normal dan reputasi IP dapat membaik.
Namun, jika satu router digunakan oleh banyak perangkat, indikasi pada IP publik belum tentu berasal dari komputer kamu. Periksa juga perangkat lain yang terhubung ke router jika IP masih menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Langkah 4: Reset PC dan Install Ulang Windows
Jika malware terus muncul setelah beberapa kali pemindaian, Windows mengalami kerusakan, atau kamu tidak lagi yakin dengan kondisi sistem, install ulang Windows dapat menjadi pilihan.
Sebelumnya:
- Backup dokumen penting ke media eksternal.
- Hindari membackup file program atau file mencurigakan.
- Scan media backup sebelum digunakan kembali.
- Gunakan installer Windows dari sumber resmi.
- Lakukan clean install jika memang diperlukan.
- Setelah instalasi, lakukan Windows Update.
- Aktifkan proteksi keamanan Windows.
- Ganti password akun penting dari perangkat yang bersih.
Perlu diluruskan bahwa tidak ada metode yang dapat menjamin 100% steril hanya dengan melakukan Reset PC. Untuk kasus serius, clean install yang dilakukan dengan benar memberikan tingkat pemulihan yang lebih kuat dibanding sekadar menghapus beberapa file malware.
Kesimpulan
Virus Trojan ClickFix perlu ditangani dengan hati-hati karena serangan ini dapat memanfaatkan perintah yang dijalankan pengguna untuk memasukkan malware ke dalam sistem. Mulailah dengan melakukan Full Scan menggunakan antivirus, identifikasi file yang terdeteksi, kemudian lakukan pembersihan melalui Safe Mode jika diperlukan.
Setelah malware ditangani, periksa kembali konfigurasi jaringan, DNS, dan komponen Windows. Jika infeksi sulit dibersihkan atau sistem sudah tidak stabil, Reset PC atau clean install Windows dapat menjadi pilihan. Jika tidak yakin melakukan pembersihan sendiri, gunakan bantuan teknisi IT agar proses pemeriksaan dan pemulihan sistem dilakukan dengan lebih aman.