
Orangsiber – Serangan siber seperti malware php2shell menjadi pengingat bahwa keamanan website bisnis tidak boleh diabaikan. Jika kamu memiliki website perusahaan, toko online, atau website layanan profesional, menjaga keamanan server merupakan langkah penting untuk melindungi data dan kepercayaan pelanggan.
Sayangnya, banyak pemilik bisnis lebih fokus pada pemasaran dan penjualan, tetapi lupa memeriksa kesehatan teknis website, termasuk versi PHP yang digunakan. Padahal, PHP yang sudah usang dapat meningkatkan risiko keamanan apabila masih memiliki kerentanan yang belum ditangani. Lantas, apakah penting update PHP di hosting? Tentu saja. Melalui panduan ini, kamu akan mempelajari cara update PHP di cPanel agar website tetap aman, stabil, dan mendukung kebutuhan bisnis.
Mengapa Pemilik Bisnis Wajib Tahu? Apakah Penting Update PHP di Hosting?
PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk menjalankan website, termasuk WordPress. Versi PHP yang digunakan memengaruhi kompatibilitas, performa, dan keamanan website. Karena itu, melakukan update PHP version bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari upaya melindungi aset digital bisnis.
Ketika kamu menggunakan PHP versi lama yang sudah tidak mendapatkan pembaruan keamanan, website berpotensi menghadapi kerentanan yang dapat dimanfaatkan penyerang. Bot dan malware dapat memindai server secara otomatis untuk mencari celah keamanan yang bisa dieksploitasi.
Ancaman seperti php2shell juga perlu diwaspadai. Namun, memperbarui PHP saja tidak otomatis mencegah seluruh jenis serangan. Keamanan website turut bergantung pada konfigurasi server, pembaruan CMS, plugin, tema, dan pengamanan akses administrator.
Beberapa risiko yang perlu kamu pahami meliputi:
- Website tidak dapat diakses: Serangan atau kerusakan sistem dapat mengganggu aktivitas bisnis dan membuat calon pelanggan kesulitan menghubungi.
- Data pelanggan berisiko: Kerentanan yang berhasil dieksploitasi dapat membuka peluang akses tidak sah terhadap data atau sistem.
- Reputasi bisnis menurun: Website yang terinfeksi malware dapat menurunkan kepercayaan pelanggan.
- Performa website terganggu: Versi PHP lama dapat kehilangan dukungan optimasi dan kompatibilitas dengan aplikasi modern.
Sebaliknya, menggunakan versi PHP yang masih didukung dapat memberikan sejumlah manfaat:
- Mendapatkan pembaruan keamanan untuk kerentanan yang diketahui.
- Meningkatkan kompatibilitas dengan WordPress, tema, dan plugin terbaru.
- Berpotensi meningkatkan kecepatan pemrosesan website.
- Mendukung pengalaman pengguna dan upaya SEO melalui performa website yang lebih baik.
Dengan demikian, melakukan update PHP merupakan salah satu bagian penting dari pemeliharaan website bisnis.
Cara Update PHP di cPanel
Bagi kamu yang belum terbiasa mengelola server, proses pembaruan PHP melalui cPanel sebenarnya cukup mudah. Namun, nama menu dan pilihan versi PHP dapat berbeda tergantung penyedia hosting.
Berikut langkah-langkah cara update PHP di cPanel yang bisa diikuti.
1. Login ke Akun cPanel Hosting
Masuk ke akun hosting yang digunakan untuk website bisnis. Buka cPanel melalui halaman pelanggan penyedia hosting atau alamat login yang diberikan oleh pihak hosting.
Sebelum melanjutkan, pastikan:
- Menggunakan akun hosting yang benar.
- Koneksi yang digunakan aman.
- Akses administrator tersedia untuk mengubah pengaturan PHP.

Setelah masuk ke cPanel, gunakan kolom pencarian untuk menemukan menu Select PHP Version atau MultiPHP Manager.
Kedua menu tersebut berkaitan dengan pengaturan versi PHP, tetapi cara penggunaannya berbeda:
- Select PHP Version: Umumnya digunakan untuk memilih versi PHP dan mengatur ekstensi PHP pada akun hosting.
- MultiPHP Manager: Memungkinkan pengaturan versi PHP untuk domain tertentu, bergantung pada konfigurasi hosting.
Jika kamu tidak menemukan kedua menu tersebut, kemungkinan penyedia hosting menggunakan panel berbeda atau membatasi akses pengaturan PHP.
3. Pilih Versi PHP yang Direkomendasikan
Buka menu yang tersedia, lalu periksa versi PHP yang sedang digunakan. Pilih versi yang masih mendapatkan dukungan keamanan dan kompatibel dengan website kamu.
Sebelum memilih versi PHP, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan versi tersebut masih mendapatkan pembaruan keamanan.
- Periksa kompatibilitas dengan WordPress, tema, dan plugin.
- Ikuti rekomendasi versi PHP dari penyedia hosting.
- Hindari memilih versi hanya karena angkanya paling tinggi tanpa memeriksa kompatibilitas.
Sebagai catatan, PHP 8.1 dan PHP 8.2 sudah tidak lagi mendapatkan dukungan keamanan reguler per Oktober 2026. Karena itu, Kamu sebaiknya memeriksa siklus dukungan resmi PHP dan memilih versi yang masih didukung.
4. Simpan Perubahan dengan Set as Current
Setelah menentukan versi yang sesuai, terapkan perubahan melalui tombol yang tersedia, misalnya Set as Current, atau melalui pengaturan versi PHP pada MultiPHP Manager.
Tunggu hingga perubahan selesai diproses. Setelah itu, lakukan pemeriksaan berikut:
- Buka halaman utama website.
- Periksa halaman layanan dan artikel.
- Coba formulir kontak atau tombol WhatsApp.
- Pastikan fitur transaksi tetap berfungsi jika memiliki toko online.
- Periksa apakah dashboard WordPress dapat diakses tanpa error.
Jika website mengalami masalah setelah perubahan, periksa log error atau hubungi penyedia hosting untuk mendapatkan bantuan.
Cara Update PHP WordPress
Jika website bisnis kamu menggunakan WordPress, ada hal tambahan yang perlu diperhatikan. Tema dan plugin tertentu mungkin belum kompatibel dengan versi PHP yang lebih baru. Perubahan tanpa persiapan dapat menyebabkan fitur tidak berfungsi atau menampilkan halaman kosong yang dikenal sebagai White Screen of Death.
Agar proses cara update PHP WordPress lebih aman, ikuti tahapan berikut.
1. Lakukan Backup Website
Sebelum mengubah versi PHP, buat salinan lengkap file website dan database WordPress. Simpan backup di lokasi terpisah agar dapat digunakan untuk pemulihan jika terjadi masalah.
Pastikan backup mencakup:
- Database WordPress.
- File website, termasuk tema dan plugin.
- File konfigurasi yang diperlukan.
- Salinan yang dapat diakses untuk proses pemulihan.
Jangan hanya mengandalkan fitur backup otomatis tanpa memastikan bahwa salinannya tersedia dan dapat dipulihkan.
2. Periksa Kompatibilitas WordPress, Tema, dan Plugin
Masuk ke dashboard WordPress, lalu periksa pembaruan yang tersedia. Pastikan WordPress, tema, dan plugin menggunakan versi yang kompatibel dengan PHP yang akan dipilih.
Beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Perbarui WordPress dan plugin yang relevan.
- Periksa informasi kompatibilitas dari pengembang tema dan plugin.
- Ganti komponen yang sudah tidak dipelihara jika diperlukan.
- Gunakan lingkungan staging untuk menguji perubahan jika fasilitas tersebut tersedia.
Langkah ini membantu mengurangi risiko error setelah PHP diperbarui.
3. Lakukan Pembaruan PHP melalui Hosting
Setelah backup dan pemeriksaan kompatibilitas selesai, masuk kembali ke cPanel. Buka Select PHP Version atau MultiPHP Manager, lalu pilih versi PHP yang masih didukung dan sesuai dengan kebutuhan website.
Terapkan perubahan pada domain yang benar. Setelah proses selesai, periksa kembali:
- Apakah dashboard WordPress dapat dibuka?
- Apakah halaman website tampil normal?
- Apakah plugin dan tema berfungsi?
- Apakah formulir, tombol CTA, dan fitur transaksi berjalan dengan baik?
- Apakah muncul pesan error pada website atau log server?
Jika website menampilkan error, identifikasi penyebabnya sebelum melanjutkan operasional. Gunakan backup atau minta bantuan penyedia hosting jika diperlukan.
Dengan persiapan yang tepat, cara update PHP di WordPress dapat dilakukan secara lebih terencana tanpa mengabaikan kelangsungan bisnis.
Kesimpulan
Melakukan update PHP merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas website bisnis. Versi PHP yang masih didukung membantu mengurangi risiko dari kerentanan yang telah diketahui, meskipun tetap harus disertai pembaruan WordPress, plugin, tema, dan pengamanan server.
Jangan menunggu sampai website bermasalah untuk mulai memeriksa keamanannya. Segera cek versi PHP melalui cPanel. Jika kamu khawatir dengan ancaman seperti p2pshell atau belum yakin menentukan versi yang tepat, konsultasikan dengan tim IT atau penyedia hosting agar aset digital bisnis tetap terlindungi.